...
no tags
Maria Cicilia Galuh
9 March 2018

Jakarta, GoHitz.com - Bagi Sobat GoHitz yang pernah menonton film-film bergenre spy seperti “Mission: Imppossible” atau “James Bond” pastinya pernah melihat teknologi pemindai suara yang selalu muncul ketika sang jagoan hendak masuk ke sebuah ruangan. Kali ini, teknologi tersebut bisa dinikmati dalam transaksi perbankan.

Baru-baru ini, PermataBank meluncurkan layanan Voice ID yang mengadopsi teknologi pemindai suara seperti terlihat dalam film-film bergenre spy di atas. Layanan tersebut menjadi yang pertama di Indonesia dengan menggunakan teknologi pemindai suara Voice Biometrics.

“Inovasi ini hanyalah merupakan awal dari rangkaian inovasi teknologi digital dari PermataBank dan saya berharap agar inovasi ini menjadi salah satu acuan dalam industri perbankan di Indonesia dalam memberikan layanan perbankan yang sederhana, aman dan cepat,” ujar Direktur Teknologi dan Operasi PermataBank, Abdy Salimin di Jakarta.

Dia juga menambahkan bahwa PermataBank berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan berbasis teknologi digital untuk memberikan consumer experience terbaik di Indonesia dan pengelolaan risk management yang lebih baik.

Layanan Voice ID ini, nantinya akan digunakan dalam layanan Contact Center Permata Bank via telepon yang umumnya banyak menangani masalah perbankan, seperti kartu kredit hingga pemblokiran. Ketika Sobat GoHitz mengalami masalah tersebut, pastinya akan menjalani tahapan verifikasi yang terkadang memakan waktu. 

Nah dengan adanya layanan Voice ID, rangkaian verifikasi yang biasa dilakukan ditiadakan. Ini dikarenakan petugas Contact Center Permata Bank berhasil memvalidasi jati diri Sobat GoHitz hanya dengan melalui suara yang terekam di layanan Voice ID.

“Salah satu kesulitan dalam memberikan layanan tanpa tatap muka adalah mengidentifikasi seseorang, baik itu pengguna atau penyedia jasa. Secara teori ada tiga cara mengidentifikasi. Pertama adalah dengan sesuatu yang dimiliki, misalnya pengguna harus memiliki kartu ATM atau token. Kedua adalah dengan sesuatu yang diketahui, misalnya dengan menggunakan user id dan password atau (PIN). Ketiga adalah dengan sesuatu yang melekat pada pengguna, misalnya sidik jari dan suara seperti Voice ID. Dalam sistem transaksi biasanya digunakan dua faktor,” tutur praktisi IT, dosen dan ahli keamanan informasi Budi Rahardjo.

Budi mengungkapkan, biasanya pengguna agak keberatan jika harus sering mengungkapkan data pribadi, seperti nama ibu kandung. Dengan menggunakan Voice ID ini, keamanan dapat tetap terjamin sementara kenyamanan meningkat.

Terkait prosedur perekaman suara nasabah untuk layanan Voice ID, pihak Permata Bank melakukannya dengan prosedur seamless yang merekam suara nasabah ketika berbicara dengan petugas Contact Center Permata Bank untuk pertama kali.

Nantinya nasabah akan diminta persetujuannya oleh Permata Bank, apakah suara nasabah yang terekam diizinkan untuk dimasukkan sebagai database sekaligus aktivasi layanan Voice ID untuk nasabah tersebut. Dengan prosedur seamless ini, nasabah tidak perlu teriak-teriak saat melakukan perekaman.

 

Teks & Foto : Suharsana Aji
Editor : Maria Cicilia Galuh
     

 

Baca Juga




Baca Juga

Perusahaan Startup Ini Kenalkan Inovasi Experience Menu Map
18 07 2018
Canggih, Tatakan Gelas Ini Punya Banyak Fungsi Untuk Kesehatan!
9 07 2018
Fakta Soal Nokia 1100, Ponsel Terlaris Sepanjang Masa
3 07 2018
Microsoft Tidak Berencana Hadirkan VR untuk Konsol Xbox
22 06 2018