...
no tags
Anggarini Paramita
1 December 2017

Jakarta, GoHitz.com – Saat ini, perkembangan teknologi digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intellegent (AI) tengah menjadi perbincangan dan mulai diterapkan di berbagai industri, seperti e-commerce, ritel, perjalanan, belanja, chatting, hingga Fintech. Bahkan, menurut survei yang dilakukan Accenture tahun 2017, 87% perusahaan di Indonesia sepakat bahwa AI akan merevolusi cara mendapatkan informasi dan berinteraksi dengan pelanggan.

Johnny Li, Vice President Cheetah Mobile Inc., mengatakan teknologi AI juga akan dikembangkan di aplikasi milik Cheetah Mobile, seperti PhotoGrid, CM Launcher, dan Cheetah Keyboard. “Kami selalu mencari cara inovatif untuk menghadirkan pengalaman pengguna seluler yang lebih cerdas dan cepat. Peningkatan platform teknologi berbasis AI ini akan membawa peluang baru ke ruang utilitas seluler dan mendorong kemajuan produk konten seluler kami,” katanya.

Selain pengembangan AI, lanjutnya, Cheetah Mobile juga melakukan pengembangan dan penyempurnaan di bidang speech recognition, real-time translation, deep learing tags, dan face recognition algorithm. “Penerapan teknologi ini juga meningkatkan produktivitas secara dramatis. Ke depannya, AI berpotensi mengotomatisasi hampir setengah kegiatan kerja di negara ekonomi terbesar di ASEAN; dan diprediksi AI akan mengambil alih 52% kegiatan kerja di Indonesia,” ungkap Johnny.

Meski demikian, penerapan AI di Indonesia akan menghadapi tantangan yang cukup besar. “Kurangnya sumber daya manusia dengan keahlian di bidang AI, serta masalah pendanaan, merupakan dua tantangan di sini. Maka dari itu, Cheetah Mobile berniat menerapkan bisnis, sekaligus berbagi ilmu dengan tenaga lokal,” imbuhnya.

Penerapan AI di aplikasi pengolah gambar PhotoGrid, misalnya, dapat ditemukan pada fitur Twinkle, yang akan mengubah foto menjadi karya seni dengan efek sedikit bersinar. “Ada juga fitur Filter Venus yang akan menggabungkan wajah pengguna dengan berbagai tokoh wanita berwajah bak peri. Juga ada penerapan filter animasi yang menggunakan teknologi deep learning untuk memahami pilihan personal pengguna pada filter dan efek penyuntingan foto,” papar Johnny.

Teknologi deep learning ini juga diterapkan pada platform Cheetah Keyboard, yang akan menganalisis data serta mempelajari keinginan pengguna dari sekitar 2 miliar kata dan frase. “Efisiensi dan ketepatan mengetik teks diperkuat dengan teknologi prediksi teks bertenaga AI yang digunakan untuk saran balasan dan koreksi otomatis yang cerdas. Aplikasi jaringan saraf dan teknologi pembelajaran ini membuat Cheetah Keyboard sebagai salah satu fitur keyboard berteknologi maju,” lanjutnya.

Johnny menjelaskan penerapan AI di platform CM Launcher juga dapat mengenali, tag dan menyaring konten bermuatan pornografi dan kekerasan. “Dengan menggunakan teknologi ini, Live.me bertekad membangun masyarakat yang Hijau, Bersih, Sehat, dan Positif di seluruh dunia. Selain pengenalan wajah, teknologi ini juga dapat mengenali logo merk, membuat tag pengguna berdasarkan karakteristik dan memberikan saran yang personal,” tandasnya.

Foto : Paramita
     
     

 

Baca Juga




Baca Juga

5 Game Puzzle Yang Terinspirasi Dari Tetris
28 07 2018
Layanan Sewa Pocket Wifi Ini Bikin Tur Dunia Pandji Makin Seru
25 07 2018
Pintaria, Cara Fleksibel Kuliah di Era Digital
24 07 2018
Grammar Pro, Fitur Baru Untuk Belajar Tata Bahasa Inggris
23 07 2018