...
no tags
Maria Cicilia Galuh
2 April 2018

Jakarta, GoHitz.com - Lima orang anak terlihat bersemangat menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik Betawi. Dua diantara mereka merupakan anak berkebutuhan khusus. Anak-anak ini adalah murid dari studio tari Busur Panah yang berada di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta.

Berdiri sejak dua tahun lalu, studio tari Busur Panah menjadi tempat bagi mereka yang ingin mengetahui dan belajar mengenai tari tradisional Indonesia. Kehadiran studio tari ini juga sebagai upaya melindungi warisan seni tari tradisional Indonesia kepada generasi muda. Sesuai dengan makna dari logo studio tari Busur Panah.

"Logo busur panah itu sosok seorang Srikandi yang mempunyai senjata busur panah. Dia menggunakan busur panah untuk melindungi tanah Jawa. Kita menggunakan busur panah ini untuk mewarisi dan melindungi kesenian Indonesia. Salah satunya melalui tarian Indonesia," ucap Mira salah satu pengajar dan juga pendiri studio tari Busur Panah saat berbincang dengan GoHitz.

Studio tari Busur Panah terbuka bagi anak-anak mulai dari rentang usia 6 sampai 14 tahun. Tidak ada syarat khusus bagi yang ingin ikut berlatih mempelajari tari tradisional. Bahkan studio ini juga menerima murid anak berkebutuhan khusus yang ingin mempelajari tari tradisional.

"Kita enggak menetapkan syarat. Siapa aja boleh datang dan hadir. Kita juga nantinya pengin ada baby class. Maksudnya usia yang sudah berjalan bukan yang bayi banget. Bahkan kita memberi kesempatan anak berkebutuhan khusus," lanjut Mira.

Berbagai jenis tari daerah dipelajari di studio tari Busur Panah. Namun ada beberapa tahapan yang dilalui oleh para murid. Sebagai dasar, para murid terlebih dahulu diperkenalkan dengan tari Betawi. Sebelum mempelajari jenis tari tradisional lainnya.

"Kita belajar berbagai tari Nusantara, tapi karena kita wilayahnya di DKI Jakarta, kita kasih basic tari Betawi. Biar mereka mengenal budaya mereka yang ada disekitar Jakarta," ujarnya.

Tak hanya sekadar belajar gerakan tari tradisional saja. Namun anak-anak juga dijelaskan mengenai filosofi dibalik gerakan dan tarian yang sedang dipelajari. 

"Nilai kebaikan itu yang kita ingin banget diresapi kedalam diri mereka. Sehingga suatu saat jika mereka pergi keluar negeri bisa menceritakan kebanggaan tentang Indonesia," terang Mira.

"Tujuan kita bukan untuk mereka jadi penari profesional. Kita di sini agar anak-anak bangga dengan budaya Indonesia. Itu kan hal yang harus diterima oleh siapapun," tutupnya.

 

Teks : Yogi Rachman
Editor : Maria Cicilia Galuh
Foto : Kahfie Kamaru

 

Baca Juga




Baca Juga

5 Fakta Membanggakan Tari Poco-Poco Massal Indonesia
6 08 2018
Art Jakarta 2018, Pameran Seni Yang Wajib Dikunjungi Anak Kekinian
3 08 2018
"Batang Aie" Dari Altajaru Gambarkan Dinamika Sungai
30 07 2018
'Potret Diri Sebagai Kaum Munafik', Persembahan Tisna Sanjaya di Usia 60 Tahun
21 07 2018