...
no tags
Anggarini Paramita
22 September 2017

Jakarta, GoHitz.com – Alkisah, 10 anak dari beragam suku di Indonesia tinggal di rumah susun. Laiknya anak-anak pada umumnya, mereka menghabiskan waktunya dengan bermain bersama. Persahabatan mereka mulai ‘diuji’ saat Munil, anak terkecil, menginginkan sebuah boneka Dakocan. Teman-temannya yang lain berjanji akan membelikan boneka tersebut jika mereka berhasil memenangi pertandingan sepakbola.

Namun, lima anak anggota tim bola ini ragu-ragu dengan kemampuan mereka, sebab mereka kehilangan sosok Kakek Gulali yang selalu memberi mereka gulali keberuntungan saat bertanding. Masalah semakin pelik, ketika Piala Gulali Keberuntungan mereka dicuri tim lawan.

Berkat kerjasama dan dukungan satu sama lain, akhirnya tim rumah susun tersebut berhasil memenangi pertandingan dan Munil pun mendapat boneka yang telah dijanjikan kepadanya. Kegembiraan mereka pun semakin bertambah saat Kakek Gulali kembali ke tengah mereka lagi.

Salah satu adegan dalam Operet Aku Anak Rusun: Ada Gulali Di Hatiku

Melibatkan sekitar 141 anak-anak dari enam rusun di Jakarta, Operet Aku Anak Rusun ini mengangkat kisah kebersamaan dan keragaman penghuni rusun yang dituangkan melalui harmoni indah. “Gulali merupakan simbol dari keragaman suku dan budaya anak-anak yang tinggal di rumah susun. Perbedaan-perbedaan di antara mereka itulah yang justru membuat persahabatan mereka semanis gulali,” ujar Rita Dewi Saleh, sutradara ‘Ada Gulali Di Hatiku’, di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta, Kamis (21/9).

Selain menampilkan akting anak-anak rusun, drama musikal ini juga menampilkan lagu-lagu anak, nasional, dan daerah yang telah diaransemen secara modern, seperti Rasa Sayange, Ampar-Ampar Pisang, Pelangi-Pelangi, Naik Kereta Api, dan Tanah Airku.

Salah satu adegan dalam Operet Aku Anak Rusun: Ada Gulali Di Hatiku

“Konsep dan ide Operet Aku Anak Rusun adalah untuk mengangkat lagu anak-anak Indonesia yang kian terlupakan. Dan rangkaian lagu-lagu nasional inilah yang mewujudkan Operet Aku Anak Rusun sebagai simbol rasa cinta kita terhadap Indonesia yang kaya akan seni dan budaya”, tambah Ketua Penyelenggara Operet Aku Anak Rusun, Dovieke Angsana.

Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Happy Farida, menjelaskan operet ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak yang tinggal di rusun. “Lewat Operet Aku Anak Rusun, mereka menunjukan bahwa siapa pun dapat berprestasi dan meraih impiannya, asal disertai dengan komitmen, ketekunan, dan kerja keras,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Drama musikal ini didukung kolaborasi antara Sekolah Musik Gloriamus, Soundkestra, dan Taman Suropati Chambers. Selain itu, penonton juga dihebohkan dengan penampilan khusus dari penyanyi cilik Adyla Rafa Naura Ayu atau Naura, yang sore itu membawakan lagu Beungong Jeumpa dan Yamko Rambe Yamko.

Penampilan khusus dari Naura

Pagelaran ini pun dimeriahkan dengan kehadiran Adhie MS, yang memimpin penonton operet untuk menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa dan Garuda Pancasila. Di akhir acara, penonton juga disuguhkan penampilan istimewa, yaitu permainan cello Veronica Tan yang membawakan lagu Ibu Pertiwi, bersama Nathania Purnama, putrinya yang bermain biola.

Veronica Tan dan Nathania Purnama

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Perkumpulan Artsip dan seluruh pihak yang terlibat atas inisiasi diadakannya program Operet Aku Anak Rusun. Semoga  acara ini dapat menginspirasi anak-anak Indonesia mengenai pentingnya keragaman budaya,” pungkas Happy Farida.

Foto : Paramita
     
     

 


Baca Juga

Kerajinan Batu Alam yang Mempesona di Telkom Craft Indonesia
18 10 2017
Celoteh Kak Ria Enes dan Suzan Tentang Nusantara
16 10 2017
Band Vintage Indonesia Ini Siap Menggebrak Eropa
4 10 2017
4 Artefak Kebanggaan Indonesia Ini Akan Dipamerkan di Eropa
4 10 2017
Pentas Wayang Jurnalis Tampilkan Kisah Berdirinya Kerajaan Pandawa
2 10 2017