Dibaca 1182 kali
...
no tags
Maria Cicilia Galuh
24 August 2017

Jakarta, GoHitz.com - Kain lurik, mungkin selama ini hanya digunakan sebagai kain bawahan oleh para orangtua saja dan tidak sepopuler batik. Untuk itu, desainer ternama Edward Hutabarat ingin masyarakat lebih mengenal lebih jauh soal lurik.  

Lewat pameran "Tangan-Tangan Renta Lurik Indonesia", Edward atau yang akrab disapa Edo ini, ingin menunjukkan bahwa kain lurik bukan hanya sekadar kain melainkan sebuah wastra peradaban yang sangat layak untuk diangkat ke kancah dunia. Pameran ini sendiri berisi fotografi, video, instalasi (living dan fashion) sampai pagelaran busana yanh terinspirasi dari kain lurik.

Pameran "Tangan-Tangan Renta Lurik Indonesia" merupakan perjalanan yang dilakukan oleh Edo selama tujuh tahun, khusus untuk lurik. Di sini, Edo ingin menampilkan perspektifnya bahwa lurik adalah sebuah cerita tentang para manusia yang terabadikan bersama benang-benang.

"Kita bisa melihat, betapa di Indonesia ini, kain tradisi hadir dalam hampir setiap fase penting kehidupan seorang manusia. Mulai dari kelahiran, pernikahan hingga kematian. Selalu ada kain tradisi yang menyertai," ujar Edo saat berbincang di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (23/8).

Edo melanjutkan, "Selain itu, proses pembuatannya pun umumnya melibatkan banyak perajin yang penuh cinta dan dedikasi. Itu sebabnya saya senang menyebut kain-kain tradisi itu sebagai wastra peradaban, karena pada lembarannya terdapat banyak cerita." 

Pameran ini, berkolaborasi dengan Djarum Bakti Budaya Foundation dan Hotel Kempinski. Lalu untuk instalasinya, dikurasi oleh Jay Subiyakto.

Tak hanya itu, Edo juga mengeksplorasi lurik menjadi instalasi serta benda-benda fashion dan living. Para pengunjung dapat melihat langsung ragam perlengkapan hingga busana siap pakai. Bahkan, pengunjung juga dapat mengikuti workshop menjahit bersama Edo di lokasi yang sama.

Pameran "Tangan-Tangan Renta Lurik Indonesia" berlangsung mulai 23-28 Agustus 2017 di Pelataran Ramayana, Hotel Indonesia Kempinski. Edo berharap, dengan adanya pameran ini anak-anak muda bisa meneruskan tangan-tangan renta dan memastikan bahwa lurik akan terus lestari sebagai salah satu wastra kebanggaan Indonesia.

Foto : Kahfie Kamaru
Editor : Maria Cicilia Galuh
     

 

Baca Juga




Baca Juga

Paradoks Fesyen Terangkum dalam Pameran Seni Kontemporer “ArtXFashion”
27 11 2017
Intip Serunya Finalis Putra Putri Batik Nusantara 2017 di Museum Tekstil Yuk!
23 11 2017
Grup Angklung IIP BUMN Tampil Memukau Di Angklung Day 2017
19 11 2017
Prisia Nasution Belajar Teater Dari Sang Suami
16 11 2017