...
no tags
Maria Cicilia Galuh
11 July 2018

Jakarta, GoHitz.com - Pernahkah Sobat GoHitz membayangkan suasana menyantap makan siang sambil menikmati hiburan opera atau drama pertunjukkan teater  yang bernama immersive dining? Biasanya hal semacam ini hanya terjadi di resto-resto luar negeri. Kebetulan suasana tersebut untuk pertama kalinya digelar di Indonesia, tepatnya di Jakarta.

Konsep immersive dining pertama di Tanah Air tersebut digelar di restoran Dapur Babah Elite yang berlokasi di jalan Veteran, Jakarta Pusat. Sekilas pertunjukkan immersive dining atau Theatrical Appetit yang dilangsungkan oleh SMARA itu seperti acara makan-makan biasa. Namun saat pemain teater mulai memainkan dramanya, suasana kemudian berubah.

Para tamu yang hadir dalam acara tersebut sebelumnya disuguhkan hidangan pembuka bernama sup merah sebagai sambutan dari tokoh narator cerita bernama Oma yang mengisahkan cerita berjudul “The Agony of Princess Wu”, diiringi lagu-lagu melankolis yang menyayat hati.

Kisah yang konon katanya terinsipirasi dari urban story Indonesia ini, mengisahkan perjalanan hidup dan asmara seorang putri kaya raya bernama Wu yang berujung tragis. Tak seperti pemain drama pada umumnya, para pementas immersive dining ini justru menghadirkan suasana break the fourth wall dengan mengajak dialog para tamu, sehingga audiens seakan-akan dibawa dan larut dalam suasana zaman sang putri Wu pernah hidup.

“Indonesia memiliki segudang cerita yang masih bisa diceritakan ke publik dengan  berbagai pesan moral yang bisa  diambil . Kami sadar untuk  dapat menceritakan cerita-cerita  itu kita harus memiliki sebuah wadah untuk dapat berkarya,” tutur Project Manager dari "Thetrical Appetit: The Agony of Princess Wu", Christopher Gunawan kepada Gohitz di Jakarta.

Dia juga menambahkan bahwa pihaknya  membuat sebuah wadah yang unik dan menarik untuk bisa menuangkannya sehingga untuk kedepannya, pihaknya akan terus mencoba untuk dapat menggali cerita lainnya untuk bisa dinikmati oleh masyarakat luas.

Immersive Dining sendiri merupakan kegiatan menikmati teater sambil menikmati makanan mulai dari appetizer, main course, dan dessert. Konsep pertunjukkan ini umumnya digelar di resto-resto elite negara ternama seperti Singapura, Inggris, atau Prancis.

“Ini merupakan sebuah terobosan dalam mencari bentuk baru dari seni pertunjukan, atau performing arts yang kita coba padukan dengan kegiatan makan,” kata sutradara pertunjukkan "Theatrical Appetit: The Agony of Princess Wu”, Venantius Vladimir Ivan.  

 

Teks : Suharsana Aji
Editor : Maria Cicilia Galuh

Foto

: dok. SMARA

 

Baca Juga




Baca Juga

5 Fakta Membanggakan Tari Poco-Poco Massal Indonesia
6 08 2018
Art Jakarta 2018, Pameran Seni Yang Wajib Dikunjungi Anak Kekinian
3 08 2018
"Batang Aie" Dari Altajaru Gambarkan Dinamika Sungai
30 07 2018
'Potret Diri Sebagai Kaum Munafik', Persembahan Tisna Sanjaya di Usia 60 Tahun
21 07 2018