no tags
Maria Cicilia Galuh
10 July 2018

Jakarta, GoHitz.com - Sobat GoHitz pasti sudah sering mendengar kata Museum Macan kan, di mana terdapat pameran Yayoi Kusama yang foto-fotonya sedang banyak berseliweran di media sosial. Maklum saja, sebab pameran ini memang Instagramable banget sih!

GoHitz pun berkesempatan mengunjungi pameran yang bertajuk "Yayoi Kusama: Life is The Heart of Rainbow" ini. Asal Sobat GoHitz tahu, pameran tersebut adalah yang pertama dan terbesar di Indonesia. Sebab menampilkan lebih dari 130 karya seni yang dibuat dalam kurun waktu 70 tahun.

Pameran seni ini dibagi ke dalam beberapa bagian seperti Great Gigantic Pumpkin, Narcissus Garden, Early Works, Body and Performance, Infinity Nets, Experiments in Japan, Love Forever, My Eternal Soul, Manhattan Suicide Addict, Infinity Mirrored Room dan Dots Obsession.

Semua karya yang dipamerkan oleh Yayoi Kusama tentu memiliki cerita sendiri dan berdasarkan pengalamannya. Seperti pada Early Works yang merupakan periode awal Yayoi Kusama pada tahun 1940. Karyanya dipengaruhi oleh tekanan yang dialaminya di rumah yang juga negara asalnya Jepang. Saat itu adalah masa tradis Perang Dunia II dan seni adalah pelarian Yayoi Kusama. Ini juga menjadi caranya untuk mengatasi gejala halusinasi yang menyerangnya sejak kecil.

Pada bagian Experiments in Japan, adalah saat Yayoi Kusama kembali ke Jepang pada 1973 setelah sebelumnya menetap di Amerika. Di sini dia menemukan bahwa Tanah Airnya sudah berubah drastis. Dalam periode ini, Yayoi Kusama menekuni motif-motif khas-nya dari karya-karya sebelumnya termasuk polkadot, bunga, dan labu yang akhirnya muncul di berbagai karya berskala besar.

Ada juga karyanya dari Yayoi Kusama yang terbaru berupa lukisan yang berjudul "My Eternal Soul". Seri monumental ini dimulai pada 2009 dan masih terus berlangsung sampai sekarang. Salah satu judul lukisannya adalah "Life is The Heart of a Rainbow (2017) dan merupakan judul dari pameran ini.

Bagian yang paling menarik tentunya adalah The Obliteration Room. Tempat yang ini pastinya sudah sering banget muncul di sosial media seperti Instagram. Di sini Sobat GoHitz bisa ikut menempelkan polkadot warna-warni di seluruh mebel dan dinding ruangan. 

Meski tempatnya sangat menarik dan bawaannya ingin mengambil gambar, ada tata tertib yang wajib banget Sobat GoHitz ikuti seperti larangan membawa kamera profesional, harus menitipkan tas atau dilarang menyentuh instalasi pameran. Peraturan model begini sebenarnya adalah hal standar dari sebuah pameran seni, cuma memang perlu diingatkan berulang kali.

Tapi tenang saja, Yayoi Kusama juga menyediakan spot khusus untuk foto-foto kece. Yang paling epic adalah pada bagian Infinity Mirrored Rooms. Sobat GoHitz bisa mengambil gambar selama 30 detik, jadi manfaatkan waktu dengan kreativitas yang dimiliki biar hasil fotonya kece badai!

Untuk bisa masuk ke pameran Yayoi Kusama, Sobat GoHitz harus membayar Rp100 ribu untuk dewasa, Rp90 ribu untuk pelajar dan mahasiswa serta Rp80 ribu untuk anak-anak. Yuk, mampir ke sini mumpung masih ada, karena pameran tersebut akan berakhir pada 9 September 2018. 

 

Editor : Maria Cicilia Galuh
Foto : Chairul Rohman
     

 

Baca Juga




Baca Juga

5 Fakta Membanggakan Tari Poco-Poco Massal Indonesia
6 08 2018
Art Jakarta 2018, Pameran Seni Yang Wajib Dikunjungi Anak Kekinian
3 08 2018
"Batang Aie" Dari Altajaru Gambarkan Dinamika Sungai
30 07 2018
'Potret Diri Sebagai Kaum Munafik', Persembahan Tisna Sanjaya di Usia 60 Tahun
21 07 2018