...
no tags
Maria Cicilia Galuh
11 February 2018

Jakarta, GoHitz.com - Komunitas Perempuan Pelestari Budaya (KPPB) kembali nenunjukkan kepeduliannya terhadap budaya Indonesia lewat kegiatan edukasi. Kali ini KPPB bekerja sama dengan HARRIS Suites fX Sudirman Jakarta menggelar acara bertajuk 'Talkshow Filosofi Batik'

Hadir sebagai bintang tamu dalam acara tersebut adalah Muryawati yang merupakan pemilik dari Batik Sekar Kedaton. Muryawati diminta untuk berbagi pengetahuan kepada para tamu undangan yang hadir mengenai filosofi di balik motif batik. 

Dalam paparannya, Muryawati menjelaskan tentang sejarah kain batik Indonesia. Dirinya mengatakan bahwa batik yang ada di Indonesia khsusunya pulau Jawa, seperti batik motif kawung, batik motif parang dan lainnya sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu.

"(Motif batik) itu sebetulnya dari zaman dulu sudah ada, terukir di arca arca-arca, di patung-patung Hindu ataupun Budha. Contohnya di candi induk Prambanan, itu ada ukiran itu. Itu terukir di pakaian dewa memakai kain parang dengan ceplok. Jadi itu sudah ada sejak zaman Hindu," ucap Muryawati dalam paparannya pada acara tersebut yang digelar di HARRIS Suites fX Sudirman, Jakarta, Sabtu (10/7).

Muryawati mengatakan dari situlah kemudian raja-raja di Pulau Jawa membuat kain-kain untuk busananya dengan meniru apa yang dikenakan oleh para dewa tersebut. Kain-kain itu kemudian dibuat oleh para pengrajin batik yang keberadaannya terus ada hingga saat ini. 

Dalam talkshow tersebut Muryawati juga menjelaskan tentang asal muasal penggunaan nama batik. Nama batik sendiri berasal dari kata 'hambatik/ambatik',  yang artinya orang-orang yang pekerjaannya selalu membuat titik-titik. 

"Kalau orang Belanda dulu bilangnya batex, tex itu dari kata tekstil dan wax. Tapi di sini kemudian yang dijadikan istilah baku adalah batik, karena selalu membuat titik-titik," tutur Muryawati. 

Muryawati melanjutkan, Motif-motif batik sendiri memiliki beragam makna. Misalnya motif parang/lereng yang bermakna ajaran bagi seorang pemimpin, motif nitik dan truntum yang melambangkan kasih sayang yang abadi, motif lung yang bermakna keindahan, motif semen yang bermakna ajaran Hasto Broto dan motif pinggiran sebagai kelengkapan ritual lingkar atau daur hidup seseorang. 

Lewat acara talkshow ini, Komunitas Perempuan Pelestari Budaya dan HARRIS suites fX Sudirman berharap para tamu undangan pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya bisa semakin percaya diri pada saat mengenakan batik, karena telah memahami makna yang terkandung di balik batik itu sendiri. 

 

Teks : Fathur Rochman
Editor : Maria Cicilia Galuh
Foto : Chairul Rohman

 

Baca Juga




Baca Juga

Once Bakal Nonton Pertandingan Renang Secara Langsung Di Asian Games
21 07 2018
Mau Nonton Mission Impossible: Fallout Dijemput Pakai Helikopter? Begini Caranya
21 07 2018
Jun Kasama Siap Hadir Di AFA Jakarta 2018
19 07 2018
Chief Barber Voyage 2018 Emban Misi Ungkap Sejarah Barbershop Indonesia
19 07 2018