...
no tags
Anggarini Paramita
4 December 2017

Jakarta, GoHitz.com - Kementerian Perindustrian telah mempersiapkan para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk terjun ke dunia e-commerce lewat program e-Smart IKM. Melalui program ini, para pelaku IKM bisa turut serta bersaing dalam bisnis digital dengan para pelaku bisnis lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. 

Saat ini Kemenperin telah menggandeng bukalapak.com dan juga blanja.com sebagai sarana penjualan para pelaku IKM. Berbagai produk IKM mulai dari kosmetik, fesyen, makanan, minuman, kerajinan, perhiasan, furnitur, herbal hingga produk logam akan dipasarkan lewat dua marketplace tersebut. 

Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa e-Smart IKM memiliki banyak manfaat. Salah satunya seiring Pemerintah bisa mengetahui dan mempelajari apa yang menjadi kelemahan para pelaku IKM bila nantinya produk-produk IKM tidak laku di pasaran.

"Nah kalau misalnya produknya tidak laku, kita lihat apa penyebabnya tidak laku? Jadi ada analisanya. Dengan program e-Smart IKM itu kita punya data yang kita kumpulkan dalam SINAS (Sistem Informasi Nasional). Dari situ kita bisa tahu," ucap Gati saat berbincang deng GoHitz di kedai kopi Tana Mera, Pacific Place, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

"Dari semua IKM misalnya ada 30 ribu IKM yang masuk marketplace, ternyata cuma 5 ribu yang laku. Yang 25 ribu kenapa nih? Itu kita pelajari. Karena untuk masuk program e-Smart IKM ini kan kita sortir," tambahnya. 

Gati menjelaskan dari situ Kemenperin bisa menganalisa dan mengevaluasi apa yang menjadi penyebab produk dari para pelaku IKM kalah bersaing. Bila penyebabnya sudah diketahui, pihaknya bisa bergerak cepat untuk melakukan langkah-langkah agar produk IKM tersebut bisa bersaing di pasar e-commerce. 

"Kalau produknya jelek, kita kasih bimbingan teknis. Kalau packagingnya jelek, kita kasih pelatihan packaging. Kalau ternyata dia tidak punya komitmen, kita kasih dia motivation training, supaya dia benar-benar jadi IKM yang punya komitmen dan punya etika berbisnis. Kadang-kadang dia etika bisnisnya kurang. Terus kadang-kadang kemauan untuk majunya susah," tutur Gati.

"Jadi e-Smart IKM itu tidak hanya membantu si IKM untuk jualan di e-Smart, tapi kita bisa tahu kemampuan si IKM ini seperti apa, dan kebijakan yang harus kita ambil itu seperti apa," tandasnya. 

Teks : Fathur Rochman
Editor : Paramita
Foto : Chairul Rohman

 

Baca Juga




Baca Juga

Inilah Festival Pertama Bagi Garda Depan Field Marketing
17 12 2017
E-Learning Masuk dalam MoU Antara dan Thomson Reuters
14 12 2017
MoU Antara dan Thomson Reuters Upayakan Pengembangan Potensi Pasar Baru
14 12 2017
Dua Bahan Alami Ini Siap Rawat Kulit Cantikmu!
13 12 2017