...
no tags
Anggarini Paramita
8 November 2017

Jakarta, GoHitz.com –

Bunga itu hidup. Kita merangkai dari bunga yang hidup. Hasil karya kita dipakai untuk bahasa universal. Rangkaian bunga kita bisa mengubah mood seseorang ~ Kepala Sekolah dari Jakflo Floral Academy Sara Destariansyah

 

Sara bercerita bahwa dirinya itu menyukai bunga sejak kecil. “Orang tua saya senang memiliki lahan yang luas dibanding rumah yang luas. Di lahan itu ditumbuhi dengan pelbagai tanaman, termasuk bunga,” ujarnya.

Ia tidak sengaja menggeluti bidang floristry ini ketika Sara diminta untuk mendekor kamar pengantin. “Saat itu, pendekor kamar pengantin tidak bisa datang, saya diminta untuk mendekor dan ternyata hasilnya memuaskan. Ketika adik si Pengantin ini menikah, justru saya diminta oleh ibunya untuk mendekor kamar pengantinnya,” jelas alumnus desain interior ini.

Kemudian, lambat laun Sara memelajari secara otodidak sejak tahun 1998. Namun, ia senantiasa mengembangkan keterampilannya hingga dipercaya menulis buku mengenai merangkai bunga oleh penerbit ternama di Indonesia pada tahun 2000.

“Karena banyak yang penasaran, saya kerap diminta untuk memberikan pelatihan dan tip. Akhirnya, saya mendirikan Jakflo Floral Academy (JFA) pada tahun 2005 yang menawarkan program yang lebih serius,” tandas Sara.

Ada beberapa kelas yang ditawarkan seperti kelas berjenjang, yang mengajarkan teori warna, merangkai warna, dan sebagainya. Ada pula workshop satu hari, juga Creative Journey, dan Professional Training Programme.

Menurut Sara, tidak semua yang ikut kelasnya itu mereka yang benar-benar dapat merangkai bunga, tapi ada pula mereka yang menyukai bunga. Creative Journey, sambungnya, mengajak para pecinta bunga itu melihat ke tempat pembibitan bunga, baik itu di dalam maupun di luar negeri.

“Misalnya, kami pergi ke Belanda. Ternyata, di sana itu adalah auction bunga terbesar dunia, di mana harga bunga dunia ditentukan di Belanda. Atau selama ini orang tahu tulip itu asalnya dari Belanda, sebenarnya bunga itu berasal dari Turki. Atau bicara lokal, kami mengunjungi kebun mawar Garut sembari menikmati minum teh di sana,” ungkapnya.

Menurut Sara, style yang tengah hype adalah bergaya rustic. “Gaya garden yang effortless. Namun, sebenarnya itu ditata juga. Banyak menggunakan ilalang dari Inggris,” ujarnya yang seraya menjelaskan tren rustic ini digunakan oleh penyanyi kondang Raisa saat menikah dengan Hamish Daud. 

Teks & Foto : Paramita
     
     

 

Baca Juga




Baca Juga

Packindostar Awards Penting Untuk Industri Kecil Dan Menengah
23 11 2017
Solusi Perawatan Kulit Dan Rambut Ada Dalam Satu Produk Ini
23 11 2017
5 Hal Ini Bikin Kesel Banget Kalau Lagi Di Bioskop
21 11 2017
5 Hal Yang Terjadi Pasca Tragedi 'Tiang Listrik'
21 11 2017