...
no tags
Anggarini Paramita
25 April 2018
Jakarta, GoHitz.com - Tak pernah terbersit sebelumnya dalam benak seorang perempuan bernama Dhara Wyardhiati bahwa dirinya kelak akan menjadi seorang perancang busana. Pesona keindahan kain warisan nusantara lah yang akhirnya membuat perempuan 52 tahun ini memutuskan untuk banting stir dari profesi sebelumnya sebagai wartawan dan freelance stylish menjadi seorang desainer. 
 
Dhara adalah seorang perancang busana yang sudah menggeluti dunia fesyen Tanah Air sejak empat tahun belakangan ini. Sejak muda, dirinya memang sudah akrab dengan dunia mode. 
 
Perempuan lulusan FISIP Universitas Indonesia tahun 1987 ini pernah bekerja sebagai seorang wartawan beauty and fashion untuk sebuah majalah pada medio sekitar tahun 1992 hingga 1997.
 
Setelah sempat beberapa kali berpindah pekerjaan, di antaranya sebagai freelance stylish untuk sebuah majalah, pada 2013 hasrat dirinya untuk menjadi seorang perancang busana timbul. Berawal saat Dhara jatuh cinta dengan kebaya model kutu baru bermotif bunga-bunga. 
 
"Jadi 4-5 tahun yang lalu, booming kebaya kutu baru bunga-bunga. Nah saya buat kebaya itu sendiri ke penjahit langganan. Ternyata, teman-teman banyak yang suka lalu minta dibuatkan. Akhirnya, dari teman yang satu, ke teman yang satu lagi banyak yang memesan. Itulah yang memberanikan saya berkecimpung secara profesional di sini," tutur Dhara saat berbincang dengan GoHitz di Jakarta.
 
Dhara mengaku, dirinya sama sekali tidak memiliki kemampuan dalam urusan menjahit maupun mendesain pola. Ibu dua orang putri ini hanya mengandalkan insting mendesain yang ada di kepalanya ditambah dengan ilmu dan pengalaman yang dia peroleh selama menjadi wartawan mode dan freelance stylish
 
"Saya ini enggak bisa desain, tapi desainnya saya ini di pikiran.  Mau enggak, misalnya, depan nya dipendekin, atau lengannya dipendekin, kayak gitu saja. Jadi, saya memang tidak pernah mendesain khusus, tapi lewat bayangan atau pikiran saya, saya mau buat rancangan seperti apa," ungkap Dhara
 
Singkat cerita, Dhara mulai menyukai kain-kain warisan nusantara (wastra). Hal tersebut tak lepas dari ajakan dua orang temannya yang juga sesama perancang untuk berkongsi membuat bisnis busana bertema kain wastra. Lewat label busana miliknya bernama "Dhara", dia pun mulai merancang busana dengan mengaplikasikan kain-kain wastra seperti batik, tenun, dan juga songket. 
 
Yang menarik, Dhara ternyata memiliki misi yang mulia dibalik keputusannya merancang busana bertema kain wastra. Dhara ingin agar kain-kain wastra Indonesia bisa terus lestari dan dapat dipakai oleh lebih banyak orang. 
 
"Sebagai bentuk kecintaan saya kepada kain tradisional Indonesia, saya ingin orang memakai baju Indonesia. Menggunakan Wastra Indonesia sebagai salah satu bentuk mempertahankan warisan kita. kalau bukan kita, siapa lagi," ucap Dhara. 
 
Agar kain wastra nusantara karyanya bisa disukai oleh generasi masa kini, Dhara merancang busananya dengan model kekinian. Dirinya banyak mengaplikasikan cutting-cutting yang unik, serta menambahkan material-material bermotif polos agar busana karyanya lebih terkesan ringan. 
 
"Saya melihat kain tradisional itu tidak harus dibuat dengan desain tradisional juga. Nah itulah yang membuat saya menjadi tertantang untuk membuat bagaimana caranya kain tradisional itu diolah menjadi lebih modern untuk dipakai sehari-hari. Dengan filosofi yang terkandung di dalam kain wastra saya ingin membuat sesuatu yang modern yang bisa diterima masyarakat," jelas perempuan yang juga banyak aktif di kegiatan sosial tersebut.
 
Dhara bersyukur, selama kurang lebih 5 tahun berjalan, karya-karya rancangannya telah mendapat apresiasi yang cukup positif dari masyarakat. Berbagai pameran telah diikutinya. Bahkan dirinya berkesempatan untuk mengikuti beberapa pagelaran busana berskala nasional, salah satunya adalah Indonesia Fashion Week 2018.
 
Kini, Dhara telah memiliki store sendiri yang terletak di Fashion Legacy Lippo Mall Kemang. Omset yang dihasilkannya pun juga terus meningkat.
 
Dhara berharap, ke depan dirinya dapat senantias berkarya di industri fesyen Tanah Air demi melestarikan kain wastra.
 
"Saya masih terus ingin terlibat dalam dunia fesyen ini sampai saya sudah tidak mampu lagi. Saya ingin terus ikut memajukan warisan nusantara ini, tetap memelihara, dan ingin terus berbuat sesuatu untuk fesyen, " pungkas perempuan yang mengidolakan perancang-perancang senior, seperti Biyan dan Ghea Panggabean tersebut.
 
Teks : Fathur Rochman
Editor : Paramita
Foto : Chairul Rohman
 
 

Baca Juga




Baca Juga

Kisah Mira Indria, Desainer Busana Couture Indonesia yang Mendunia
11 06 2018
Ternyata Dian Pelangi Terinspirasi Dengan Baju Wakanda
31 05 2018
Cerita Rinaldy Yunardi Tentang Karyanya yang Dikenakan oleh Madonna
29 05 2018
3 Desainer Ini Bakal Kenalkan Kain Peradaban Nusantara Di Paris
8 05 2018