...
no tags
Anggarini Paramita
11 October 2017

Jakarta, GoHitz.com – Sebuah tas kulit berbalut kain etnik ini begitu menarik hati. Tampilan yang beda memang jadi daya tarik tersendiri, apalagi bagi kaum Hawa yang senang bereksplorasi dengan aneka gaya tas. Salah satu produsen tas IDHE, singkatan dari Indonesia Heritage menangkap peluang tersebut dengan mengusung tagline “Smart Ethnic Bags” ini. Hal inilah yang membuat GoHitz tergelitik untuk mengulik lebih jauh dengan produk buatan anak bangsa ini!

Produk Tas Etnik nan Kreatif

Adalah Ineu Mardiani, seorang produsen tas asal Jakarta ini menjadi sosok di balik tas “smart” ini. Sembari menunjukkan salah satu varian dari tas IDHE, Ineu menjelaskan Smart Backpack.

“Tas ini adalah tas yang bisa beragam tampilan, mulai dari hand bag, shoulder bag, hingga backpack. Jadi, tas ini diubah berdasarkan kebutuhan dari si pemakai,” ujar Ineu saat berbincang dengan GoHitz di karantina Finalis The Big Start Indonesia, di The Breeze, BSD City, Rabu (11/10).

Ia juga memerkenalkan varian tas 4 in One. Ineu mengambil tas berwarna merah seraya menjelaskan bahwa material tas itu berasal dari serat alami, yakni tali rami yang dipadu dengan tenun asal desa Boti.

Ineu tengah mengenakan tas 4 in One yang terbuat dari tali rami yang dipadu dengan kain etnik dari desa Boti, NTT

“Bentuk tas ini dapat berbentuk kotak atau segitiga. Dapat pula menjadi backpack, shoulder bag, dan sling bag,” jelas salah satu finalis Top 20 The Big Start Indonesia 2017.

Varian tas berikutnya adalah Flezzy bag. “Hand bag ini memiliki keunikan. Sesuai namanya, tas ini flexible bag, artinya extendable walau tipis. Sebab, saat dibuka resleting, tas menjadi lega. Namun, begitu resleting ditutup, tas menjadi tipis. Biasanya, tas ini banyak yang menggunakannya sebagai tas laptop,” ujar perempuan cantik ini yang memiliki varian tas lain seperti clutch bag dan bulat speedy.

Padukan Cinta Kain Indonesia Sekaligus Perhatikan Kenyamanan si Pemakai  

Kecintaan terhadap tenun, cerita Ineu, berawal dari travelling yang ia jalani lima tahun lalu. “Saya menemukan kain di desa Sade, Nusa Tenggara Timur. Lalu, saya kemudian mencari kain-kain lain di desa-desa lain, seperti desa Boti, Ende, Biboki, dan lain sebagainya. Karena saya suka tas, ya saya buat tas etnik yang kaku-kaku seperti itu, tapi saya ingin memberikan sentuhan berbeda dengan tampilan modern, gampang disimpan, bisa dibuat pelbagai macam tas, dan ringan dibawa,” jelas pengrajin tas etnik yang tasnya sudah dipasarkan di Alun-Alun Grand Indonesia ini.

Untuk menghasilkan tas berkualitas, Ineu benar-benar serius menggarapnya. “Saya mencari bahan kulit yang memiliki standar ISO. Saya juga memperoleh kain-kain langsung dari pengrajin di desa-desa di NTT. Juga saya pelajari bagaimana tas itu nyaman digunakan karena batas gendong tas itu adalah 2 kilogram,” tutur yang membanderol tas etniknya mulai harga Rp1.550.000 hingga Rp1.750.000.

Urusan berat tas, misalnya, sudah mematok berat dari masing-masing varian tas buatannya. “Untuk smart backpack itu beratnya kurang dari 540-560 gram. Untuk varian 4 in one ini memiliki berat 670 gram, flezzy bag itu untuk ukuran large sekitar 1.750 gram dan mediumnya berberat 1.550 gram. Selain itu, untuk varian bulat speedy ini memiliki berat 1.650 gram dan clutch itu teringan, yakni 890 gram saja,” ujar alumnus jurusan farmasi ini.

Pengusaha mudah yang merintis INDHE sejak 5 tahun lalu ini tetap termotivasi untuk mengikuti kompetisi The Big Star Indonesia.

“Saya mendapat pelajaran bahwa menjadi seorang enterpreneur itu mesti tough. Banyak halangan yang dihadapi, namun yang menjadi kunci itu adalah membangun team work. Lalu, saya belajar bahwa inovasi itu harus datang dari kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Diakui oleh Christine Lie Hartati, Public Relations Manager bahwa The Big Star Indonesia ini merupakan kegiatan creativepreneur kedua yang diselenggarakan oleh blibli.com dalam rangka memberikan pembinaan secara profesional demi memperluas pasar dan pengembangan dari dari para creativepreneur tersebut.   

Teks & Foto : Paramita
     
     

 

Baca Juga




Baca Juga

Prestasi Membanggakan Desainer Tuna Rungu Rafi Ridwan di Mercedez-Benz El Paso Fashion Week 2017
12 11 2017
Pakai Tali Rafia, Rinaldy A Yunardi Sabet 3 Piala Internasional
8 11 2017
Siapa Sih Perancang Indonesia yang Go International?
10 10 2017
Cerita Nelty Fariza Mempromosikan Batik Tangerang Selatan Hingga ke Luar Negeri
3 10 2017