...
no tags
Maria Cicilia Galuh
8 August 2017

Jakarta, GoHitz.com - Chitra Subiyakto dikenal sering mengolah kain-kain tradisional menjadi sesuatu yang kekinian dan bisa dikenakan untuk sehari-hari. Meski rancangan Chitra dengan kain-kain tradisionalnya cukup banyak, dia enggan disebut sebagai desainer. Chitra lebih suka dipanggil sebagai textile explorer.

"Saya itu bukan desainer. Saya lebih senang dibilang sebagai textile explorer, makanya saya berkeliling untuk melihat kain-kain tradisional. Saya sendiri dari kecil sudah jatuh cinta dengan kain Indonesia," ungkap Chitra dalam jumpa pers Pameran Foto Tenun Tradisional Sumba Timur di Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (8/8).

Chitra juga mengatakan bahwa sudah seharusnya kita, khususnya anak muda untuk mencintai kain tradisional. Sebab, jika masyarakat tidak mengapresiasi kain tradisional yang sudah dibuat oleh penenun atau pengrajin, lama-kelamaan akan punah.

"Kenapa kain Indonesia perlu dicintai? Karena ada tangan manusia di situ, yang kalau hasil buatannya dijual bisa untuk kehidupan mereka, menyekolahkan anak dan lainnya. Kalau enggak ada yang mengapresiasi, mereka juga enggak akan produksi lagi. Jadi, perlu sekali yang muda-muda mencintai kain kita," terang Chitra.

Oleh sebab itu, Chitra merasa ini adalah salah satu tugasnya untuk membuat anak muda mencintai kain tradisional. Maka, dia membuat yang namanya Sejauh Mata Memandang, di mana masyarakat dapat melihat bahwa kain tradisional itu tidak akan membuat seseorang terlihat kuno.

"Saya dasarnya adalah seorang stylist. Jadi, saya harus putar-putarin, main-mainin kain untuk bisa dipakai sehari-hari," tutup dia.

Foto : Kahfie Kamaru
Editor : Maria Cicilia Galuh
     

 


Baca Juga

10 Desainer Siap Unjuk Gigi di Istanbul dan Dubai Modest Fashion Week
22 09 2017
Pesan Tersembunyi Vivi Zubedi Di Panggung NYFW 2018
13 09 2017
Terinspirasi Dari 5 Elemen Bumi, Tex Saverio Rancang Cincin Kawin Spesial
26 08 2017
Berawal dari Asisten Perancang, Dimas Hardjono Berhasil Membangun Lini Busana Sendiri
3 08 2017
Inilah Peragaan Busana Etnik dari Ikatan Alumni UNJ
31 07 2017