...
no tags
Anggarini Paramita
3 August 2017

Jakarta, GoHitz.com - Mewujudkan mimpi bisa dicapai melalui jalan atau cara yang tidak diduga. Hal itulah yang dirasakan oleh pemuda bernama Dimas Hardjono. Mimpinya untuk bisa menjadi seorang perancang dan memiliki lini busana sendiri akhirnya terwujud dengan cara yang tidak disangka sebelumnya.

Sejak remaja, Dimas memang sudah menyenangi dunia fesyen. Usai menyelesaikan pendidikannya, Dimas lalu berkesempatan bekerja di dua perusahaan retail apparel besar, yakni di Gilang Agung Persada dan Mitra Adi Perkasa sebagai seorang Visual Merchandising. Pengalaman bekerja di dua perusahaan tersebut membuat kecintaannya terhadap fesyen dan mode semakin kuat.

"Dari situ aku memutuskan untuk fokus di bidang fesyen dan belajar di ESMOD ambil fesyen bisnis. Aku lulus di ESMOD tahun 2010," ujar Dimas saat berbincang dengan GoHitz di Wisma Antara, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lulus dari ESMOD, Dimas kembali memperoleh kesempatan besar yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Ya, seorang perancang ternama Tanah Air, Ivan Gunawan mempercayakan dirinya untuk menjadi asisten perancang.

Kesempatan itupun tak disia-siakannya. Dimas pun bekerja sebagai asisten Ivan Gunawan terhitung mulai dari 2011. Oleh Ivan, dirinya dipercaya untuk menjadi asisten sekaligus perancang untuk lini busana ready-to-wear Ivan, Jajaka.

"Aku banyak belajar dari Ivan Gunawan. Dia itu orangnya perfeksionis banget. Nah itu tertular ke aku. Aku pun juga jadi orang yang perfeksionis, jadi orang yang detail. Ivan itu memang detail banget. Terus juga kreativitasnya tinggi banget. Terus dia juga ajarin kedisiplinan tinggi ke aku," tutur Dimas.

Menjadi asisten perancang ternama sekelas Ivan Gunawan selama kurang lebih 7 tahun, membuat Dimas merasa telah memiliki bekal yang cukup untuk memulai karir sebagai perancang profesional. Setelah memikirkan masak-masak, pada bulan Mei 2017, Dimas memutuskan untuk resign sebagai asisten perancang Ivan Gunawan.

Dimas kemudian mulai membangun bisnis fesyennya sendiri. Setelah mempersiapkan segala halnya mulai dari modal, konsep, hingga rancangan, di awal bulan Juni, Dimas pun meluncurkan brand lini busananya sendiri yang bernama 'ai'.

"Kenapa namanya simpel banget? Karena brand besar itu biasanya nama-namanya juga simpel kayak Zara, dior gitu kan simpel. Makanya aku kasih nama 'ai'. Terus juga biar orang gampang nyebutinnya. Nah 'ai' itu dari bahasa Jepang yang artinya cinta, kasih sayang atau kesuksesan," jelasnya.

Koleksi busana 'ai' menyasar para perempuan muda berusia antara 25 hingga 30 tahun yang ingin tampil fashionable, kekinian dan juga unik. Rancangan pada busana 'ai' mengedepankan cutting dan pattern yang tidak biasa, sehingga dihasilkan busana yang modist dan antimainstream.

"Aku ingin ketika orang pakai busana ai, kesan yang dilihat orang itu adalah fashionable banget. Enggak seksi tapi lebih fashionable, lebih jadi cewek-cewek yang gaya, lebih ke cewek-cewek yang pede. Terus kelihatan keren pakai baju aku," tutur Dimas.

Untuk mencari inspirasi dalam merancang busana, Dimas biasanya mendatangi berbagai acara fesyen show atau berselancar di internet guna memperoleh informasi tentang perkembangan fesyen terkini.

Meskipun baru berjalan sekitar 2 bulan, namun animo masyarakat terhadap koleksi busana 'ai' cukup positif. Berbagai pesanan secara online datang dari berbagai daerah di nusantara seperti Jakarta, Bandung hingga Bali.

Pada tahun depan, 'ai' berencana mengeluarkan koleksi busana seri luxury dan akan dipamerkan dalam ajang Jakarta Fashion Week. Namun untuk tahun ini, dirinya akan lebih fokus kepada kegiatan promosi agar brand 'ai' bisa dikenal luas oleh publik.

"Ya untuk sekarang ini harapannya orang jadi semakin aware sama 'ai', terus juga penjualannya jadi semakin oke," tutup Dimas. 

Teks : Fathur Rohman
Editor : Paramita
Foto : Kahfie Kamaru

 


Baca Juga

10 Desainer Siap Unjuk Gigi di Istanbul dan Dubai Modest Fashion Week
22 09 2017
Pesan Tersembunyi Vivi Zubedi Di Panggung NYFW 2018
13 09 2017
Terinspirasi Dari 5 Elemen Bumi, Tex Saverio Rancang Cincin Kawin Spesial
26 08 2017
Chitra Subiyakto Lebih Senang Disebut Sebagai Textile Explorer
8 08 2017
Inilah Peragaan Busana Etnik dari Ikatan Alumni UNJ
31 07 2017