...
no tags
Anggarini Paramita
9 April 2018

Jakarta, GoHitz.com – Sudah bukan rahasia, jika Indonesia terkenal memiliki anak-anak muda yang berprestasi, baik di tingkat nasional maupun dunia internasional. Mulai dari prestasi akademik hingga hiburan dan olahraga, generasi muda ini mampu menorehkan prestasi membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia di kancah global.

Salah satunya adalah Kyla Christie, pencetus misi dan program bertajuk Sing to Build Indonesia, saat usianya baru menginjak 10 tahun. “Awalnya aku tergerak saat menyaksikan tayangan tentang korban bencana tsunami di Mentawai dan bencana erupsi Gunung Merapi. Saat itu, mama meminta aku menggunakan bakat menyanyiku untuk membantu para korban,” ujar Kyla.

Bekerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia dan Mentawai Summit, Kyla pun menggagas program Sing to Build Indonesia. “Setiap kali aku bernyanyi, orang-orang bisa mendonasikan dana atau perlengkapan serta peralatan yang dibutuhkan. Selain memberi bantuan kebutuhan hidup, Sing to Build juga membuat komunitas-komunitas lokal, seperti Rumah Jahit, Rumah Nyanyi, dan Rumah Buku,” paparnya.

Program ini ternyata menarik perhatian Habitat for Humanity United Kingdom, yang kemudian mengadopsi program Kyla ini menjadi Sing-a-thon, berkolaborasi dengan musisi Elton John. “Setelah 10 kali bernyanyi dalam program Sing-a-thon, aku sudah tampil di beberapa even internasional, seperti World Bank Conference, Give Back UNICEF, juga David Foster Concert. Selain itu, program Sing to Build Indonesia juga telah berkembang menjadi Sing To Build The World,” ujar Kyla bangga.

Di usia ke-14 tahun, Kyla mulai melebarkan sayapnya dengan mengikuti kompetisi World Championships of Performing Arts, semacam olimpiade bagi para seniman, di Long Beach, California, Amerika Serikat. “Di situ, saya sekaligus mengusung misi memperkenalkan alat musik Sasando kepada dunia. Ternyata di Indonesia ada lho alat musik tradisional yang tak kalah dengan piano, gitar, atau biola. Saat aku bermain, juri hening dan hikmat sekali, alat musik kita sungguh menggugah hati dan membuat kagum dunia,” kenangnya.

Pada ajang ini, tak tanggung-tanggung, Kyla berhasil membawa pulang 7 penghargaan, diantaranya 5 medali emas kategori penyanyi vokal solo, medali emas untuk kategori bernyanyi sambil memainkan alat musik, dan Industry Award yang merupakan penghargaan bergengsi dari para pelaku industri musik dan performing arts. “Sasando inilah yang kemudian menginpirasiku untuk menciptakan alat musik dari bambu yang merupakan alat musik eco friendly dan dapat turut melestarikan alam, yaitu Ethesque yang berarti beauty beyond this world,” papar Kyla.

Segala kesuksesannya itu tak membuat Kyla terlena. Beberapa waktu yang lalu, ia kembali ke Indonesia dan mendirikan Jakarta Youth for Performing Arts (JYPA) bersama sahabatnya. “JYPA diharapkan menjadi wadah bagi anak muda yang berminat serta berbakat untuk bereksplorasi, berekspresi, berlatih, dan berkarya untuk menghasilkan pertunjukan seni yang berbobot dan semakin mendekati standar pertunjukan dunia,” harap dara yang juga penulis buku “Who Wants to Play with Me?” dan “Who Wants to Help Me?” ini.

Dari sepak terjangnya ini, Kyla pun diganjar banyak penghargaan dan kesempatan untuk belajar hingga ke mancanegara. Salah satunya adalah apreasi Presidential Scholarship Weekend dari Babson College, Boston, Amerika Serikat. Dikenal sebagai universitas terbaik di bidang social entrepreneurship versi CNN Money dan majalah Forbes, Babson College merupakan universitas enterpreneur nomor satu di Amerika selama 21 tahun berturut-turut.

”Dalam kegiatan ini, peserta akan merasakan bagaimana metode pengajaran entrepreneurships di Babson College dan berinteraksi dengan mahasiswa berprestasi negara lainnya. Melalui program Weissman Scholarship, akan dipilih 4 proyek entrepreneur yang dilakukan oleh penerima beasiswa, yang kemudian akan dibimbing serta disponsori Babson College,” jelas Kyla.

Bagi penerima ASEAN Asia South East Nation Pioneer Mentor & Entrepreneurships Award ini, ajang tersebut akan digunakannya untuk memberikan give back dengan turut mengembangkan dan membimbing usaha generasi muda Indonesia. “Aku sedang membentuk jaringan Global Youth Leaders dan menggagas Youth Lead Summit untuk membangkitkan semangat dan memperkaya pengetahuan entrepreneur, artpreneur dan creativepreneur dari generasi muda milenial Indonesia,” pungkas Kyla.

Foto : Istimewa
     
     

 

Baca Juga




Baca Juga

Rumah Langit, Tempat Belajar Gratis Bagi Anak-anak Kurang Mampu
3 07 2018
Berkenalan dengan Heidi, Penyanyi Pendatang Baru di Skena Musik Folk Tanah Air
29 06 2018
Cerita Inspiratif Kevin Naftali Sang Pendiri Kevas Co.
20 05 2018
Ini Sosok Ibu Bagi Tenaga Kerja Indonesia Di Taiwan
14 05 2018