...
no tags
Anggarini Paramita
5 March 2018

Jakarta, GoHitz.com - Usianya masih 21 tahun. Namun terobosan yang dilakukan oleh seorang perempuan bernama Widanastri Nawastika dalam dunia fesyen patut mendapat apresiasi. Memilih berbeda dengan perancang kebanyakan, Nastri, sapaan akrabnya, mencoba menawarkan konsep busana "Eco Fashion".

Cita-cita Nastri sebenarnya bukanlah ingin menjadi seorang perancang busana. Melihat jejak  kedua orang kakaknya yang mengambil pendidikan teknik, membuat dirinya ingin pula menjajal bidang tersebut. Nastri pada awalnya berkeinginan untuk menekuni jurusan teknik lingkungan. 

Namun, memasuki masa SMA cita-citanya berubah. Berawal dari hobinya yang senang menjahit, membuat perempuan asal Solo, Jawa Tengah ini mulai tertarik terhadap dunia fashion. Minatnya semakin besar kala dirinya berhasil memperoleh beasiswa dari Nanyang Academy of Fine Arts Singapura.

"Jadi, pas SMA itu ada pameran pendidikan Singapura dan saya apply saja. Cari yang jurusan fashion design karena kebetulan sudah ada kemampuan jahit. Akhirnya, cari dan dapat di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA). Saya dapat beasiswa dari Pemerintahnya Singapura dan kuliah 3 tahun (diploma) jurusan fashion design," ujar Nastri saat berbincang dengan GoHitz di restoran khas Sunda, Seeng Nini, Tebet, Jakarta Selatan.

Setelah lulus dari NAFA  pada 2015, Nastri memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan memulai karirnya di dunia fesyen. Perempuan yang memiliki hobi snorkeling ini sempat bekerja di sebuah majalah sebagai fashion stylist dan penulis. Dirinya juga pernah menjajal profesi sebagai content marketing saat bekerja di sebuah fashion house.

Hingga akhirnya pada 2017 Nastri memberanikan diri untuk membuat brand fashion sendiri bernama "ease". Di sinilah karirnya sebagai perancang busana dimulai. Cita-cita awal Nastri yang ingin terjun di bidang teknik lingkungan, dia curahkan pada profesinya saat ini. Nastri memilih untuk merancang busana berkonsep eco fashion atau busana ramah lingkungan. 

"Nah saya kan dulu ingin (kerja) di teknik lingkungan, jadi agak suka-suka sama yang berbau lingkungan gitu. Jadi, waktu itu ketemu sama teman saya, dan dia bilang ini ada kerjaan mau buka fashion line dan ini dari bahan ramah lingkungan, kayak gitu," ucap Nastri.

Perempuan yang masa sekolah berhasil masuk dua kali kelas akselerasi ini berujar,"Brand ease sendiri itu kita kan ingin menunjukkan kalau kita itu ramah lingkungan. Biarpun bukan yang ingin jadi brand eco friendly banget, tapi kita ingin jadi fashion brand yang juga mendukung bumi." 

Nastri menggunakan dua material yang dia klaim ramah lingkungan, yaitu viscose dan tencel. Dia mengatakan, dua material tersebut terbuat dari kayu sehingga nantinya mudah didaur ulang. Selain ramah lingkungan, viscose dan tencel juga cukup mudah untuk dikreasikan menjadi berbagai macam busana. 

Untuk rancangannya, Nastri memilih untuk mendesain busana khusus perempuan. Beragam model busana perempuan dirancang oleh perempuan yang mengidolai karya dari Dolce & Gabbana tersebut. Mulai dari dress, setelan atasan dan bawahan hingga outer. Yang menarik, semua hasil rancangannya menggunakan motif garis, baik vertikal maupun horizontal.

"Ini kan koleksi pertama dari ease, jadi kita buat motifnya semua garis-garis biar orang notice 'oh yang garis-garis itu koleksinya ease lho', kayak gitu," ucap perempuan yang bercita-cita ingin meneruskan pendidikan S-2 di Italia tersebut.

Karya rancangannya dijual mulai dari harga Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu. Bagi sebagian kalangan harga tersebut mungkin dinilai relatif agak mahal. Namun melihat kualitas material yang digunakan, serta dampaknya yang cukup baik terhadap lingkungan, Nastri yakin masyarakat akan mengerti dan mau mengapresiasi karya-karyanya.

Karir Nastri di dunia fashion memang baru seumur jagung. Saat ini dirinya masih fokus untuk meningkatkan brand awareness tentang produk ease yang ramah lingkungan. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang keunggulan material viscose dan tencel. Dirinya berharap suatu saat nanti ease bisa dikenal oleh semua masyarakat sebagai brand fashion yang peduli terhadap lingkungan.

"Saya ingin semua orang tahu tentang bahan viscose ini karena ini bagus banget. Bahan tencel ini juga bagus banget. Saya ingin orang tahu dulu dua bahan ini, karena bikin orang tahu dua bahan ini kan enggak gampang. Jadi, kita benar-benar harus edukasinya dari awal. Saya juga ingin ease diketahui oleh orang banyak." tutup Nastri.

Teks : Fathur Rochman
Editor : Paramita
Foto : Kahfie Kamaru

 

Baca Juga




Baca Juga

Rumah Langit, Tempat Belajar Gratis Bagi Anak-anak Kurang Mampu
3 07 2018
Berkenalan dengan Heidi, Penyanyi Pendatang Baru di Skena Musik Folk Tanah Air
29 06 2018
Cerita Inspiratif Kevin Naftali Sang Pendiri Kevas Co.
20 05 2018
Ini Sosok Ibu Bagi Tenaga Kerja Indonesia Di Taiwan
14 05 2018