Dibaca 573 kali
...
no tags
Anggarini Paramita
3 February 2018

Jakarta, GoHitz.com - Delapan belas tahun sudah dr. Yudisianil E. Kamal, SpM (K) menjalankan profesi sebagai dokter spesialis mata. Dalam kurun waktu tersebut, sudah ratusan atau bahkan mungkin ribuan orang yang berhasil memperoleh kesembuhan berkat penanganannya. 

Dokter Yudisianil E. Kamal, SpM (K) merupakan dokter spesialis mata bidang Bedah Refraktif dan Katarak yang berpraktik di Ciputra SMG Eye Clinic Jakarta. Dirinya merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1989. 

Karir dr. Yudisianil dimulai pada tahun 1991 ketika dia ditugaskan untuk menjadi dokter di daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dirinya bertugas di daerah tersebut selama 5 tahun. Selama bertugas, dr. Yudisianil memperoleh banyak pengalaman. Bahkan, ada satu pengalaman berharga yang membuat dia akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan sebagai sebagai seorang dokter spesialis mata. 

"Selama saya di daerah banyak menemukan pasien-pasien yang menderita katarak, namun belum mendapatkan pengobatan, pembedahan, operasi yang diharapkan. Sehingga waktu itu, saya bersama dokter-dokter lulusan Universitas Indonesia yang ada di Kalimantan Selatan berinisiatif mengadakan bakti sosial operasi katarak di sana. Waktu itu tim datang melakukan tindakan operasi dan menangani 300-500 pasien. Dengan pengalaman seperti itu saya memutuskan untuk masuk spesialisasi mata," tutur dr. Yudisianil saat berbincang dengan GoHitz di Ciputra SMG Eye Clinic, Jakarta Selatan. 

Dokter Yudisianil kemudian melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis mata di Universitas Indonesia pada 1996, dan berhasil menyelesaikannya di tahun 2000. Setelah itu, pria yang kini telah berusia 53 tahun tersebut mulai mengembangkan karirnya sebagai seorang dokter spesialis mata. 

Tercatat, dr. Yudisianil pernah bekerja sebagai staf medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dirinya juga pernah melakukan pelayanan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading dan di Eka Hospital Bumi Serpong Damai. Di luar profesinya sebagai dokter spesialis mata, dr. Yudisianil juga mengajar sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 

Selama kurang lebih 18 tahun mengabdi sebagai seorang dokter spesialis mata, sudah banyak suka dan duka yang dirasakan oleh dr. Yudisianil. 

"Ya itu (sukanya) kalau dari segi pelayanan saya sih menyenangkan saja, memberi kepuasan pada pasien, memberi penglihatan yang lebih baik. Cuma kadang-kadang yang sedihnya kalau pasien datang dalam kondisi yang lanjut, yang artinya datang datang ke praktik pun sudah dituntun, sudah lanjut (usia). Kami sedih karena kasus-kasus yang seharusnya bisa dideteksi sedini mungkin jangan sampai menyebabkan kebutaan yang sangat berat," ungkap pria asal Tangerang tersebut. 

Hingga kini dr. Yudisianil mengaku masih menikmati profesinya tersebut. Selama fasilitas yang disediakan oleh tempatnya bekerja cukup lengkap dan memadai untuk menangani pasien, dirinya akan terus mengabdi kepada masyarakat sebagai seorang dokter spesialis mata. 

"Sebagai dokter mata tergantung tempat kita bekerja. Selama tempat kita bekerja itu memiliki fasilitas pelayanan yang memadai dan cukup lengkap, bagi saya itu cukup menyenangkan untuk bekerja di situ," tutupnya. .

Teks Fathur Rochman
Editor : Paramita
Foto : Kahfie Kamaru

 

Baca Juga




Baca Juga

Cerita Inspiratif Kevin Naftali Sang Pendiri Kevas Co.
20 05 2018
Ini Sosok Ibu Bagi Tenaga Kerja Indonesia Di Taiwan
14 05 2018
Kisah Menarik Dua Pejuang Air Lestarikan Lingkungan
3 05 2018
Kegigihan Nadine Sebagai Kartini Jaman Now
19 04 2018