...
no tags
Anggarini Paramita
3 May 2018

Jakarta, GoHitz.com – Air itu sumber kehidupan. Ya! Itulah kenyataannya. Namun, hanya sedikit yang terpanggil untuk memanfaatkan air untuk kepentingan masyarakat sekitar. Mereka adalah Sugeng Handoko asal Yogyakarta dan Romo Marselus Hasan dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tinggal di kawasan Gunung Kidul kerap diidentikkan dengan gersang dan sulit air. Tapi, itu tidak menjadi halangan bagi Sugeng untuk tetap mengaliri air di desanya.

Sugeng bersama para pemuda Karang Taruna Desa Nglanggeran membangun embug (waduk mini) di atas untuk menampung air hujan pada musim penghujan. Embung ini dibangun pada tahun 2012 melalui dana hibah Guberner Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Embung berukuran 0,34 hektar ini dapat mengaliri air sebanyak 20 hektar untuk perkebunan durian dan kelengkeng,” urai pemuda kelahiran 1988 ini saat berbincang dalam acara “Ades Berikan Apresiasi Kepada Pejuang Air” di Tanamera Cuisine, Jakarta, Kamis (3/5).

Kini, embung itu tidak hanya menjadi sumber air untuk perkebunan, embung pertama di Yogyakarta ini menjadi destinasi wisata utama di Desa Nglanggeran.

Kisah inspirator lainnya datang dari NTT, yaitu Romo Marselus Hasan. Dirinya prihatin dengan sulitnya pasokan listrik di Desa Bea Muring, terutama pada malam hari.

“Setiap malam itu terganggu dengan suara generator karena satu desa itu memerlukan kurang lebih 50 generator. Dan setiap harinya, warga mesti mengeluarkan dana Rp30 ribu atau Rp600 ribu untuk membeli bahan bakar. Oleh karena itu, kami melihat air itu menjadi peluang sebagai sumber energi terbarukan dan hal ini sesuai dengan ajaran sosial gereja,” ungkap Romo Marselus.

Akhirnya, Romo Marselus membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang memanfaatkan potensi aliran air. PLTMH ini berasal dari dana mandiri masyarakat Desa Bea Muring. Hasilnya, masyarakat di desa tersebut tidak tercemar polusi udara dan kebisingan dari suara generator, serta dapat menikmati hiburan, juga menjalankan usaha rumah tangga seperti menenun dan membuat kue.

Atas jasa dari kedua pejuang air tersebut, Ades bersama The Nature Conservancy (TNC) Indonesia menganugerahi penghargaan terhadap dedikasi dan komitmen dalam menjaga pelestarian perjalanan air yang disebut para Pejuang Air Ades.

“Adanya dua Pejuang Air Ades merupakan langkah awal kami bekerja sama dengan TNC Indonesia dalam memberikan kelestarian air, tapi juga bagi kehidupan alam sekitar,” pungkas Marketing Manager Hydration PT Coca-cola Indonesia Mohamad Rezki Yunus.  

Teks : Paramita
Foto : Ist
     

 

Baca Juga




Baca Juga

Rumah Langit, Tempat Belajar Gratis Bagi Anak-anak Kurang Mampu
3 07 2018
Berkenalan dengan Heidi, Penyanyi Pendatang Baru di Skena Musik Folk Tanah Air
29 06 2018
Cerita Inspiratif Kevin Naftali Sang Pendiri Kevas Co.
20 05 2018
Ini Sosok Ibu Bagi Tenaga Kerja Indonesia Di Taiwan
14 05 2018