...
no tags
Maria Cicilia Galuh
24 November 2017

Jakarta,  GoHitz.com - Film "Satu Hari Nanti" garapan rumah produksi Rumah Film dan Evergreen Picture segera tayang di bioskop pada 7 Desember 2017. Film berlatar di negara Swiss ini, menyasar penonton khusus usia 21 tahun ke atas.

Rating 21 tahun ke atas ini, bukan tanpa alasan. Sebab, secara konten cerita, drama ber-setting kota Swiss tersebut sesuai dengan usia 21 tahun ke atas.

“Pilihan rating memang sengaja 21 tahun ke atas. Bahkan, saat kita submit ke LSF, kita langsung minta untuk 21+ karena secara konten untuk usia sekitar itu, tidak bisa dikonsumsi untuk 21 tahun ke bawah. Kalau dianalogikan, kita enggak akan mungkin membicarakan obrolan anak SMA di depan anak SD,” ungkap Dienan Silmy selaku produser film "Satu Hari Nanti" dalam rilis yang diterima GoHitz.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa sebelum memilih rating tersebut, pihaknya telah memiliki hasil riset mendalam melalui analisa pasar. Di mana potensi pemasukan pasar di usia 21-35 sedang naik-naiknya. Di sisi lain, Salman Aristo selaku sutradara menjelaskan keberanian ini didukung hasil riset yang dilakukan pihak IKJ di 16 kota besar pada 2016.

Berdasarkan riset tersebut, terungkap bahwa penonton film Indonesia berusia 25-38 berada di posisi kedua setelah 18-25. “Sebenarnya pemilihan 21 tahun bukan tanpa visi, justru berdasar riset penonton Indonesia di tahun 2016, di 16 kota besar, penonton dengan range umur karakter tokoh film ini, berada di nomor dua. Beda tipis 2% dengan range 18-25 tahun di nomor pertama. Jadi ini memiliki pasar yang sangat besar sekali,” jelas Salman.

Film maker yang pernah meraih penghargaan sebagai penulis skenario terbaik ini, bahkan tidak memberi celah untuk bermain aman agar filmnya bisa dikonsumsi penonton remaja.

“Kalau kita membuat agar bisa disasar segmen remaja, filmnya jadi nanggung. Makanya kita garap pasar dewasa ini, bicara betul-betul tentang mereka, jangan terpancing untuk meleset,” tutur Salman.

Film "Satu Hari Nanti" bercerita tentang pilihan dan kegelisahan anak muda dalam membangun sebuah komitmen di Swiss, baik dalam lingkup cinta, keluarga maupun pekerjaan. Lika-liku pertemanan dan kisah cinta yang kelam tumbuh bersama dalam pencarian makna akan jati diri mereka di negeri orang.

Film ini dibintangi oleh Adinia Wirasti (Alya), Ringgo Agus Rachman (Din), Ayushita (Chorina), Deva Mahenra (Bima). Tak ketinggalan pula, film ini didukung oleh aktor kawakan Donny Damara yang berperan sebagai ayah Alya.

 

Teks : Yogi Rachman
Editor : Maria Cicilia Galuh
Foto : Rumah Film & Evergreen Pictures

 

Baca Juga




Baca Juga

Ge Pamungkas Dan Pacar "Bulan Madu" Di Sumba
18 12 2017
Refal Hady Belajar Dialek Sumba Untuk Film Susah Sinyal
18 12 2017
Asyik, Eiffel I’M IN LOVE 2 Bakal Hadir di Februari Mendatang
14 12 2017
Film Susah Sinyal, Hiburan Lengkap Penutup Tahun
15 12 2017