...
no tags
Maria Cicilia Galuh
16 May 2018

Jakarta, GoHitz.com - Lebih kocak, lebih sadis dan penuh aksi! Tiga hal tersebut menggambarkan betapa meriahnya kemunculan kembali sang anti-hero Deadpool (Ryan Reynolds) di “Deadpool 2”, yang dalam adegan pembukanya sempat memaki-maki Wolverine karena latah ngekor tren rating dewasa yang dirintis prekuel “Deadpool”.

Langsung saja ke plot ceritanya, “Deadpool 2” mengisahkan anti-hero berkostum serba merah tersebut yang dilanda kegalauan karena ditinggal mati sang kekasih Vanessa (Morena Baccarin) yang dibunuh bandar narkoba.

Namun toh kesedihan itu tak berlangsung lama lantaran sang anti-hero bawel ini, mendapat wangsit dari Vanessa untuk menyelamatkan seseorang yakni seorang bocah mutan bernama Russell Collins alias Firefist. Dia dikejar-kejar mutan masa depan yang penuh dendam bernama Cable (Josh Brolins) serta diarahkan untuk menjadi seorang manusia yang benar.

Walhasil Deadpool pun kemudian mau tidak mau kembali beraksi dengan dua pedang samurai kesayangannya dan mulut bawel yang kocak. Deadpool pun membentuk tim superhero baru bernama X-Force yang para anggotanya gabungan dari manusia biasa, mutan, alien dan tentara bayaran. Berhasilkah Deadpool mencegah Russell menjadi orang jahat sekaligus menghalangi dendam Cable?

“Deadpool 2” merupakan sekuel dari film pendahulunya yakni “Deadpool” di mana sang nahkoda, David Leitch berhasil mengombinasikan adegan aksi dan lawakan dengan porsi sangat pas. Penonton bukannya hanya lebih tertawa terpingkal-pingkal, namun juga merasakan ketegangan adegan aksi yang tersaji lebih spektakuler dibandingkan prekuelnya.

Leitch juga berhasil memasukkan elemen drama dan moralitas dalam “Deadpool 2”, sebuah unsur yang tidak terlihat dalam “Deadpool"  dan menjadi fondasi penting yang membuat sekuel anti-hero bermulut bawel ini tampil lebih menyentuh.

Akting Ryan Reynolds dalam “Deadpool 2” memang tidak perlu diragukan, namun Gohitz menilai kemampuan Josh Brolins sebagai Cable dalam film ini berhasil mengimbangi akting Ryan. Aktor gaek pemeran Thanos itu, berhasil menampilkan sosok Cable yang penuh dendam, sinis dan serius habis persis seperti digambarkan buku komiknya.

Keunikan lainnya yang cukup menggelitik dalam “Deadpool 2” adalah bagaimana sang sutradara berhasil menekan budget produksi dengan membunuh mayoritas anggota X-Force lewat insiden penerjunan yang super gagal.

Kendati film anti-hero karya Marvel, “Deadpool 2” tetap merupakan film khusus rating 17 tahun ke atas. Mengapa? Karena banyak adegan super sadis yang sama sekali tidak disensor dalam film, bahkan menurut penilaian Gohitz sendiri jauh lebih sadis dan vulgar dibanding prekuelnya. Jadi buat para orang tua, tolong jangan berani-berani membawa anak-anak dibawah umur untuk menyaksikan film ini.

Mengingat tim X-Force sudah diperkenalkan dalam “Deadpool 2”, kemungkinan besar ini merupakan film Deadpool terakhir lantaran sang anti-hero akan kembali dalam film mendatang dengan kondisi sebagai pemimpin tim X-Force.

“Deadpool 2” sudah bisa Sobat GoHitz saksikan di bioskop-bioskop Indonesia. Oh ya, Gohitz sendiri memberikan penilaian tiga jempol untuk film ini, karena dijamin Anda bakal tertawa terpingkal-pingkal.

 

Teks : Suharsana Aji
Editor : Maria Cicilia Galuh
Foto : IMDB

 

Baca Juga




Baca Juga

The Gift (2018) Persembahan Sepenuh Hati Hanung Bramantyo
19 05 2018
Syahrini Berakting Manja Di Film Bodyguard Ugal-Ugalan
15 05 2018
Pertama Kali Syuting Film Horor, Pevita Pearce Stres
4 05 2018
Main Film Horor, Pevita Pearce Banjir Darah
4 05 2018