...
no tags
Maria Cicilia Galuh
22 November 2017

Jakarta, GoHitz.com - Meskipun dunia medis di Indonesia terus berkembang dari waktu ke waktu, tapi masih banyak masyarakat yang lebih memilih untuk pergi berobat ke luar negeri. Sebagian masyarakat ini masih menganggap pelayanan medis di luar negeri lebih canggih dan modern. 

Selain itu, mereka juga memilih berobat di luar negeri karena teknologi pengobatan yang dibutuhkan belum tersedia di Indonesia. Menurut data dari perusahaan konsultan Roland Berger pada tahun 2015, lebih dari 500 ribu orang di Indonesia mencari pelayanan medis di luar negeri setiap tahunnya.

Negara-negara yang banyak menjadi tujuan masyarakat Indonesia untuk berobat di antaranya adalah Malaysia dan Singapura. Jarak yang relatif dekat dengan Indonesia menjadi salah satu alasan mengapa kedua negara tersebut menjadi pilihan tempat untuk berobat. 

Melihat hal tersebut, negara Jepang mencoba masuk untuk menjadi alternatif tujuan pengobatan medis masyarakat Indonesia lewat Kaikoukai Healthcare Group (KHG). KHG menawarkan metode pelayanan kesehatan dari Jepang dengan cara invasif minimal dan berkualitas tinggi. 

Sebagai langkah untuk mensukseskan rencana tersebut, pihak KHG telah mendirikan klinik cabang di Indonesia yaitu Kaikoukai Clinic Senayan (KCS) pada 2014. Selain memberi pelayanan berupa konsultasi kesehatan, medical check up, dan pengobatan lainnya, KCS juga menyediakan pelayanan wisata kesehatan (medical tourism) dengan nama Kaikoukai Japan Medical Tourism (KJMT). 

"Banyak orang Indonesia mampu berobat ke luar negeri, terutama di Malaysia dan Singapura. Oleh karena itu karena kebetulan Kaikoukai Healthcare Group memunyai klinik di Indonesia, kenapa tidak kita tambah lagi pilihannya menjadi ke Jepang. Ada beberapa metode pengobatan yang hanya ada di Jepang," ucap Chief Representative Office of Kaikoukai Medical Foundation, Takeshi Kawahara dalam sambutannya di Restoran 1945, Fairmount Hotel, Jakarta, Selasa (21/11). 

KJMT memiliki metode pelayanan kesehatan dengan invasif minimal (tindakan medis yang ringan) dan berkualitas tinggi serta telah berpengalaman dalam melayani pasien-pasien dari berbagai negara. Pada 2014 setidaknya sudah ada 1000 warga negara asing yang melakukan proses pengobatan di Jepang. 

KHG yang berpusat di Rumah Sakit Nagoya Kyoritsu terkenal dengan pelayanan kesehatan yang invasif minimal seperti pada terapi radiasi, pengobatan penyakit pembuluh darah dengan teknik kateterisasi, dan juga terapi untuk pengobatan kanker. 

Selain itu KHG juga menyediakan pemeriksaan medis dengan alat PET (posutrin emision tomography) untuk diagnosis, second opinion untuk diagnosis gambar radiografi jarak jauh, dan terapi Proton untuk pengobatan kanker. 

"Di KHG itu sekarang sudah mempunyai empat orang asisten perawat dari Indonesia, ada staf dari Indonesia. Dengan adanya ini, kita ingin memberikan perawatan terbaik ke seluruh pasien. Yang ingin kami angkat dari KJMT bertujuan untuk memberikan perawatan yang lebih baik dilakukan di Jepang dan metode pengobatan yang hanya ada di Jepang. Kami berharap apa yang kami bawa bisa berguna bagi Indonesia," tutup Takeshi. 

 

Teks & Foto : Fathur Rochman
Editor : Maria Cicilia Galuh
     

 

Baca Juga




Baca Juga

Suka Minum Beras Kencur? Ternyata Ini Lho Manfaatnya untuk Kesehatan
19 01 2018
Boleh Gak Sih Pakai Styrofoam Untuk Wadah Makanan?
18 01 2018
Ini Lho 10 Manfaat Berjalan Kaki 30 Menit Sehari Untuk Kesehatan
18 01 2018
4 Manfaat Kayu Manis Yang Harus Diketahui
18 01 2018